Tuesday, 17 June 2014

Waktu Terbaik Untuk Hamil Untuk Wanita dan Keluarga

Kapan Waktu Terbaik Untuk Hamil Menurut Siklus Menstruasi?
Hamil berhubungan erat dengan waktu. Melakukan hubungan seksual dekat masa subur atau ovulasi (ketika sel telur dilepaskan dari dalam ovarium) adalah waktu yang tepat untuk melakukan.
Telur biasanya hanya hidup 12 hingga 24 jam. Tetapi sperma bisa bertahan di dalam tubuh Anda selama beberapa jam hingga tujuh hari lamanya dengan masa emas satu hingga tiga hari.
Saat terbaik untuk bisa hamil adalah beberapa jam pertama sejak ovarium melepas telur (ovulasi), jadi untuk mengoptimalkan peluang konsepsi, Anda bisa merencanakan kapan hubungan intim dilakukan sehingga saat ovulasi terjadi, ada banyak sperma yang berenang ke arah tuba falopi.
Jika Anda berhubungan intim sehari sebelum ovulasi dimulai, ada peluang sperma telah mencapai tuba falopi, siap menunggu pelepasan sel telur.
Pada kondisi yang tepat, sperma bisa berenang menembus serviks dan masuk ke dalam rahim dalam waktu dua menit—seperti atlet lari Olimpiade jika membandingkan ukuran dan jarak yang harus ditempuhnya.
Jika Anda melakukan hubungan intim enam hari sebelum ovulasi, jangan khawatir ... kehamilan bisa juga terjadi karena sperma juga bisa hidup cukup lama. Walaupun jumlahnya tidak banyak.
Pahami siklus menstruasi Anda dan kapan masa ovulasi dimulai. Ini adalah informasi terpenting yang harus diketahui.

Perubahan Biologis Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh Saya Saat Masa yang Tepat untuk Konsepsi?
Dari masa pubertas hingga menopause, tubuh wanita yang subur akan mengalami siklus reguler (rata-rata 28 hari) di mana tubuh akan mempersiapkan diri untuk hamil.
Jika konsepsi tidak terjadi, telur yang tidak dibuahi akan dikeluarkan dari dalam tubuh dan seluruh proses dimulai dari awal lagi, mempersiapkan sel telur yang baru.
Setelah menstruasi, tingkat hormon tubuh Anda meningkat. Kemudian dinding uterus menebal dan membesar karena terisi darah, yang siap menampung telur yang sudah dibuahi.
Lalu ada juga perubahan lendir vagina. Saat mendekati masa ovulasi, lendir menjadi lebih tipis, licin, dan bening (mirip seperti putih telur) dan lendir tersebut mengalami perubahan kimiawi yang didesain untuk membantu sperma berenang dengan cepat ke arah tuba falopi.
Ovulasi biasanya datang di waktu yang sama tiap bulannya, secara teori jatuh di tengah siklus menstruasi. Jadi pada siklus standar 28 hari, ovulasi terjadi pada hari ke-14 setelah hari pertama menstruasi.
Sekitar 20 persen wanita mengalami nyeri saat berovulasi, tingkatnya bervariasi.
Setelah ovulasi, hormon progesteron meningkat dan akan menyebabkan suhu basal tubuh naik sebanyak 0.2 hingga 1.6 derajat Celcius. Hal ini terjadi agar terbentuk lingkungan yang ideal untuk penanaman sel telur yang sudah dibuahi. Banyak ahli kesuburan berpendapat bahwa tidak mungkin pembuahan terjadi saat suhu tubuh sudah meningkat—seringkali hal ini dijadikan patokan kapan masa ovulasi dimulai.
Kenaikan suhu basal tubuh akan terus berlanjut hingga kadar progesteron turun sekitar 10 hari setelah masa ovulasi berakhir, memicu terjadinya menstruasi.
Kombinasi kenaikan suhu tubuh dengan perubahan lendir serviks adalah indikator penting tahapan siklus tubuh Anda.

Kapan Usia Tepat Untuk Hamil? Apakah Puncak Kesuburan Bagi Pria dan Wanita Sama?
Bagi wanita, kesuburan berhubungan dengan telur. Kebanyakan wanita memasuki masa emas reproduksi pada usia 20 hingga 38 tahun, dengan masa paling subur jatuh pada tujuh tahun pertama.
Secara fisik, seorang wanita mampu hamil hingga usia memasuki 40-an tahun (bahkan 50-an tahun), namun peluang tubuh melepas telur yang bisa menyokong kehamilan dengan sukses akan menurun setelah usia 35 tahun.
Di antara usia 20 dan 27 tahun, telur dan tingkat kesuburan kita berada pada puncaknya. Tapi sampai usia 35 tahun, kualitas sel telur akan menurun sedikit walaupun masih dalam tingkat kesuburan tinggi. Setiap tahun setelah usia 35, ada penurunan kualitas sel telur yang signifikan.
Puncak kesuburan untuk pria biasanya terjadi pada pertengahan usia 20-an tahun. Pria juga mengalami penurunan kesuburan karena pertambahan usia tetapi tidak terlalu signifikan seperti layaknya yang terjadi pada wanita.
Saat banyak pria dari kalangan selebritas memiliki anak saat usia mereka mencapai 70-an tahun bahkan lebih, seringkali hal ini disalahartikan bahwa pria tetap subur pada usia tua padahal hasil banyak riset menyatakan yang sebaliknya.
Dimulai usia 30 tahun, tingkat hormon testosteron pria mulai berkurang perlahan. Setelah usia 40 tahun, testis pria mengecil. Kualitas serta kuantitas sperma yang diproduksi juga menurun.
Walaupun secara biologis, waktu terbaik untuk hamil adalah saat usia 20-an, ini bukanlah pilihan yang diambil banyak orang karena berpikir masih banyak hal yang harus dicapai sebelum akhirnya memutuskan untuk berkeluarga. Dan akhirnya, Anda akan menyimpulkan bahwa waktu yang tepat untuk hamil adalah ketika mental sama siapnya dengan fisik dalam menyambut kedatangan buah hati.

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home